Langsung ke konten utama

Hukum Memelihara Burung Dalam Sangkar


Banyak orang memelihara burung untuk dinikmati kicauannya yang  indah. Mereka pun banyak yang memiliki komunitas. Bagi yang maniak, harga berapapun akan dikeluarkan. Bagaimana sebenarnya hukum memelihara  burung menurut Islam?

Burung merupakan salah satu makhluk yang disebutkan Allah beberapa kali dalam al-Quran. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

" Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat juga seperti kamu."(QS. Al-An'am: 38)

Burung-burung dan binatang lainnya merupakan umat (makhluk) Allah yang memiliki hak untuk hidup dan menikmati kebebasan. Islam sangat membenci orang-orang yang menyiksa binatang.

وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال: كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر ، فانطلق لحاجته ، فرأينا حمرة معها فرخان ، فأخذنا فرخيها، فجاءت الحمرة تعرش فجاء النبي صلى الله عليه وسلم فقال: من فجع هذه بولدها ؟ ردوا ولدها إليهاورأى قرية نمل قد حرقناها ، فقال : من حرق هذه ؟ قلنا: نحن. قال:إنه لا ينبغي أن يعذب بالنار إلا رب النار.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud RA. Ia berkata aku pernah bersama Rasulullah SAW di sebuah perjalananketika beliau sedang membuang hajatnya, kami melihat ada seekor burung yang mempunyai dua ekor anak. Lalu induknya datang dan terbang berputar-putar mencari anaknya. Kemudian Nabi SAW datang dan bersabda:'' Siapakah yang mempermainkan burung itu dengan mengambil anaknya? Kembalikanlah anak burung itu kepadanya.''Dan beliau juga melihat perkampungan semut yang telah kami bakar. Beliau bertanya:'' Siapakah yang telah membakar perkampungan semut ini?''Kami menjawab: '' Kami.'' beliau bersabda:'' Siapapun tidak pantas menyiksa sesuatu dengan api kecuali Tuhan yang telah membuat api.''(HR. Abu Dawud: 2675)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA . Bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda:'' Ada seorang wanita di siksa di dalam neraka, lantaran seekor kucing yang di kurung olehnya sampai mati. Di mana ia tidak memberi makan dan minum kepada kucingnya saat ia mengurungnya dan ia juga tidak membiarkan pergi untuk mencari serangga atau makanan di bumi.''( Muttafaq 'alaih Bukhari: 2365 dan Muslim : 2242)

Namun hadits-hadits diatas tidak secara tegas melarang memelihara burung. Hadits pertama Rasulullah SAW mengecam orang yang bermain dengan burung dan mengambil anaknya. Berarti kalau sekedar bermain dan tidak mengambil anaknya tetap diperbolehkan. Termasuk juga yang membakar rumah semut tidak diperbolehkan karena jelas-jelas merusak kehidupan semut.
Dan dalam hadits kedua Kanjeng Nabi mencela wanita yang mengurung kucing piaraan karena tidak memberi makan. Maka, kalau hanya sekedar memelihara kucing dan memberi makan, tidak apa-apa.
Oleh karena itu memelihara burung diperbolehkan selama tetap memenuhi hak-hak kehidupannya, termasuk makan dan minumnya. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam sebuah hadits.

وَحَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِى التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا وَكَانَ لِى أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ - قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ - كَانَ فَطِيمًا - قَالَ - فَكَانَ إِذَا جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَرَآهُ قَالَ « أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ ». قَالَ فَكَانَ يَلْعَبُ بِهِ.
Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki saudara lelaki (kecil), namanya Abu 'Umair (yang sudah disapih, menurut salah satu perawi). Jika Rasulullah SAW datang dan melihat saudaraku ini, beliau berkata, "Abu Umair, Apa yang dilakukan burung kecil itu?" Perawi hadits berkata: (saat ditanya) Abu 'Umair sedang bermain dengan burung tersebut. (HR Muslim 30/2150)
Dalam syarah hadits tersebut, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan, "dalam hadits ini terdapat hikmah yang sangat banyak, termasuk kebolehan memelihara burung dan mengurungnya dalam sangkar. Sebab, tidak mungkin bisa bermain dengan burung kecuali dengan mengurungnya. Itulah yang dilakukan oelh Abu Umair atau keluarga Abu Thalhah. Kalau memelihara burung tidak boleh mestinya Rasulullah SAW telah melarangnya. Inilah yang dinamakan sunnah taqririyyah.

Imam Al-Qaffal salah seorang ulama madzhab Syafi'i juga pernah ditanya mengenai memelihara burung di dalam sangkar untuk didengarkan suaranya. Beliau pun menjawab bahwa hal itu diperbolehkan sepanjang si pemilik memenuhi apa yang dibutuhkan burung sebagaimana hewan ternak yang diikat.
سُئِلَ الْقَفَّالُ عَنْ حَبْسِ الطُّيُورِ فِي أَقْفَاصٍ لِسَمَاعِ أَصْوَاتِهَا أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ ، فَأَجَابَ بِالْجَوَازِ إذَا تَعَهَّدَهَا صَاحِبُهَا بِمَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ كَالْبَهِيمَةِ تُرْبَطُ
“Al-Qaffal pernah ditanya mengenai mengurung (memelihara) burung di dalam sangkar untuk didengarkan suaranya dan selainnya. Kemudian beliau menjawab kebolehannya sepanjang pemiliknya memperhatikan apa yang dibutuhkan sebagaiman hewan ternak yang diikat”.

Jadi memelihara burung diperbolehkan selama memenuhi hak-hak hidupnya.

Wallahu  A'lam. []

Khoirul Bani



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kitab Al-Jawahir Al-Kalamiyyah, Kitab Dasar Ilmu Tauhid

Kitab Al-Jawahir Al-Kalamiyyah merupakan kitab yang dikarang oleh Syaikh Thahir bin Shalih Al-Jazairi.  الحمد للّه، وصلّى اللّه على سيّدنا محمّد وآله وصحبه وسلَّم. وبعد، فهذه رسالة مشتملةٌ على المسائل المهمّة في علم الكلام، قريبةُ المأخذِ للأفهام. جعلتُها على طريق السؤال والجوابِ، وتساهلتُ في عباراتها تسهيلًا للطلّاب.

Problematika Puasa Bagi Pekerja Berat

           Bagi pekerja berat seperti pemanen dan kuli panggul, melakukan puasa di bulan Ramadhan merupakan hal yang sulit . Pekerjaan mereka selalu membutuhkan stamina prima. Terlebih, tidak ada satupun pekerjaan lain yang mereka kuasai. Apakah dengan kondisi demikian, mereka boleh tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan? Jawab :         Pada dasarnya, puasa Ramadhan merupakan puasa yang diwajibkan oleh syari’at Islam selama satu bulan penuh. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al – Qur’an surat Al – Baqoroh ayat : 183, يَـ ٰ ٓأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ Artinya : “Wahai orang–orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa seperti apa yang diwajibkan kepada umat sebelum kalian agar kalian bertaqwa”. (QS. Al–Baqoroh : 183)             ...

Apa Artinya Islam?

Syaikh Thahir al-Jazairi menerangkan tentang makna Islam. Beliau mencantumkannya dalam kitab Al-Jawahir al-Kalamiyyah soal kedua.  ٢- س: ما معنى الإسلامِ؟ ج: الإسلام هو الإقرار باللسان، والتصديق بالقلب بأنّ جميعَ ما جاء به نبينا محمد ﷺ حق وصدق. Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan (Agama) Islam? Jawab:  Islam adalah memberi pernyataan dengan lisan dan menyetujui dengan hati bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad  ﷺ  benar. Islam adalah ajaran Nabi Muhammad  ﷺ  yang diwahyukan dari Allah.